Jumat, 19 Februari 2010
The power of public opinion
Mulai
dari kasus bibit chandra, prita, bank century dan kasus yang sedang menanjak saat ini adalah kasus Selly yang disebut sebut sebagai penipu ulung.
Kekuatan opini publik yang besar ini mampu mpengaruhi situasi politik, hingga ranah hukum di negeri ini. Ini merupakan kekuatan yang luar biasa dan jika digunakan dengam baik, saya yakin mampu mengubah indonesia ke arah yang lebih baik.
Beberapa hal yang mendukung munculnya kekuatan opini publik ini adalah
1. Luasnya dan lebih terjangkaunya penggunaan internet.
2. Situs jejaring sosial yang berkembang dan berkembangnya aplikasi web 2.0, ini termasuk blog yang saya gunakan.
3. Era reformasi yang memberikan ruang lebih besar untuk memberikan pendapat dalam masyarakat.
4. Berkembangnya media pertelevisian dan pers khususnya media yang menyajikan berita secara akurat dan tepat.
5. Berkembangnya komunitas didalam dunia maya seperti forum forum.
Semua faktor diatas memberikan iklim yang baik bagi opini publik untuk berkembang.
Sebagai bagian dari masyarakat yang mampu menyuarakan opini publik dan menjadi bagian di dalamnya, hendaknya kita bisa menyuarakan opini tersebut dengan sopan, bijak, dan etika yang baik, mengingat pengaruh besar yang bisa di timbulkannya, baik bagi individu dan kelompok tertentu, sehingga opini publik bisa digunakan untuk kemajuan bangsa.
Rabu, 03 Februari 2010
Halo
Tahun ini saya akan coba untuk menulis lebih banyak.
Tahun 2009 kemarin keingin untk menulis menurun. Jadi blog ini nga update.
Thanks untuk semua yang dateng untuk membaca dan melihat. Kalo bisa tinggalin commemt juga yah.
Kiwisugar
Kamis, 29 Januari 2009
News Title for last 12 month, almost everday, Cut jobs
Krisis ekonomi yang terjadi tahun 2007 yang di mulai di Amerika Serikat sudah mulai terasa disektor riil di dunia, juga di Indoensia, dengan begitu banyaknya perusahan yang melakukan PHK pada karyawannya. Mulai dari Perushaan-perusahaan kecil sampai perusahan yang besar, semua terena imbasnya.
Hal ini tentu sangat mengkhawatrikan dalam kehidupan sosial masyarakat, membuat lapangan pekerjaan semakin sedikit, dan pengangguran semakin banyak, maka sudah tidak di ragukan juga kalau tingkat kejahatan bisa meningkat, maka tidak aneh kalau Mohammad Yunus, yang mengembangkan Grameen Bank di Bangladesh menerima nobel perdamaian, bukan nobel bidang ekonomi, karena kesejahteraan ekononomi akan membawa kedamaian dalam masyarakat.
Bunuh diri juga menjadi efek samping dari krisis ekonomi yang terjadi. Sangat memilukan jika melihat di website berita banyaknya orang bunuh diri karena maslaah ekonomi, tidak hanya diri yang di bunuh, tetapi juga keluarganya.
Tantangan ekonomi dan kehidupan sosial di tahun 2009 akan besar dan sulit, maka harus mengencangkan ikat pinggang untuk bisa melewati masa-masa sulit ini, tetap mempersiapkan yang terburuk dan mengaharpkan yang terbaik.
Selasa, 21 Oktober 2008
The Chaos Information, HOAX
Bagi pengguna Email pasti sudah tidak asing dengan spam. Spam ini adalah email yang isinya seringkali tidak penting dan berisi iklan-iklan produk dari obat kuat sampai produk komputer. email spam ini semakin meraja rela di saat internet semakin luas di pakai orang yang tidak bertanggung jawab sebagai alat penyebar informasi, iklan, bahkan penipuan.
Salah satu email spam yang sangat menggangu saya adalah emali spam yang berisi hoax, dan terkadang hoax ini tidak berada dalam daftar email spam saya, tetapi hoax dikirim dari sahabat saya sendiri. Hoax adalah informasi yang tidak benar, tetapi penulis hoax ini membuat seakan-akan kalao informasi di dalam hoax tersebut adalah benar. Hoax biasanya di dukung dengan cerita-cerita dan kesaksian kesaksian, bahkan foto-foto yang suah di edit dengan software image editing agar informasi itu semakin meyakinkan.
Banyak tujuan-tujuan dari orang yang membuat hoax, beberapa diantaranya hanya untuk mengerjai saja, beberapa ada yang menipu untuk keuntungan materi, ada yang untuk merusak nama dari seseorang atau perusahaan.
Saya semakin kesal dengan hoax apabila hoax itu dikirimkan dari sahabat saya. Saya heran, kenapa pengguna internet sekarang ini tidak mau mencek kebenaran dari pada informasi yang di dapat, mereka meyebarkan infornasi yang belum tentu benar kepada orang lain tanpa ada suatu pertanggungjawaban atas kebenaran informasi yang di sebarkan. Saya melihat kecenderungan seperti ini akan menimbulkan chaos information, yang memang menurut saya sedang terjadi saat ini.
Chaos information merupakan istilah yang saya gunakan untuk menggambarkan keadaan sekarang ini di dunia teknologi informasi, terutama internet yang merupakan dunia dimana informasi menyebar begitu cepat, dan di dalam internet semua orang di dunia bisa memberikan informasi tanpa perlu sebuah otoritas tertentu. Kecepatan penyebaran informasi saat ini sangat lah menguntungkan kita sebagai pengguna informasi, tetapi jika informasi mulai di sebarkan dengan cara yang tidak bertanggungjawab, maka chaos information terjadi.
Sebagai pengguna internet, maka kita perlu kritis, jangan percaya begitu saja pada informasi yang kita baca. Jangankan informasi dari email, website berita ternama saja bisa melakukan kesalahan.
Untuk teman-teman saya, jangan kasih saya email isi hoax lagi ya.....
Rabu, 15 Oktober 2008
Pendikte Opini Publik

Berita juga dapat tersebar dengan cepat dan luas pada saat ini, tetapi saat sekarang ini media tidak hanya menyebarkan berita, tetapi juga ada opini terselubung yang tercampur aduk di dalam berita yang disampaikan sehingga juga membentuk opini publik, maka dapat di katakan bahwa media pada saat ini juga merupakan (dalam istilah saya), Pendikte Opini Publik.
Berita seringkali tidak hanya memuat fakta, tetapi juga memuat opini-opini di dalamnya. Apa beda opini dan berita? sederhananya, berita berisi kisah atau kejadian di suatu tempat tertentu, tetapi opini merupakan pendapat seseorang atau bisa saja kelompok, atas kejadian atau suatu peristiwa.
Pada saat saya masih kecil saya menonton berita di sebuah stasiun televisi yang ditayangkan pada jam 7 malam, pada saat itu ada berita tentang pembunuhan yang terjadi di Timur Tengah yang di lakukan oleh tentara Israel pada penduduk Palestina. Pembaca berita itu berkata kira-kira seperti ini, "Pembunuhan yang dilakukan oleh tentara Israel yang kejam itu....." Pada saat saya mendengar kata-kata itu saya berpikir bahwa ini aneh, lalu timbul pertanyaan, mengapa tentara Israel dikatakan kejam di berita itu? bukankah seorang pembaca berita hanya membaca berita? bukan memberikan opini? apakah tentara Israel kejam atau tidak, bukankah opini harusnya diserahkan kepada masyarakat yang menonton? (karena acara itu merupakan acara khusus berita, bukan dialog, atau talk show yang memang berisi opini). Sebagai penerima informasi berita di dalam internet dan berbagai media lainnya, hendaknya kita harus bisa lebih kritis untuk menyaring opini-opini yang ada di dalam berita sehingga opini kita tidak di kendalikan oleh media yang tentu saja belum tentu "bijak" dalam "beropini", atau bahkan dalam berbagai kasus tertentu bisa saja memiliki agenda tersembunyi, karena bisa saja media tersebut di kuasai oleh kelompok tertentu, dan melalui media itu, mereka berusaha membentuk pandangan publik yang menguntungkan kelompok tersebut.
Contoh lainnya adalah berita tentang seorang homoseks yang membunuh banyak laki-laki yang sebagian besar merupakan kekasihnya. Nah, saya yakin 95% orang yang membaca ini pasti tahu siapa pembunuh yang saya maksud, dia adalah Ryan. Pada saat kasus Ryan terkuak, maka selama hampir satu bulan layar kaca kita di hiasi oleh wajah Ryan, bahkan Ryan sudah seperti seorang selebriti karena sampai ada yang meminta untuk berfoto ria dengan dia. Masalah di masyarakat mulai timbul ketika tayangan berita tentang Ryan di tayangkan terus pada minggu kedua. Para banci-banci mulai diduga memiliki potensi untuk membunuh secara sadis ala Ryan, maka mereka mendapatkan tekanan dari masyarakat dan lebih di kucilkan dan di takuti, sehingga banci-banci ini sampai meminta bantuan pada lembaga-lembaga masyarakat untuk membela hak mereka, dan menjernihkan satu logika sederhana yaitu bahwa banci-banci (yang dalam hal ini adalah juga merupakan homoseks) belum tentu memiliki jiwa pembunuh seperti Ryan.
Seorang Filsuf bernama Jurgen Habermas mengkritisi kondisi ini di dalam masyarakat. Dia melihat bahwa opini publik pada zaman sekarang ini cenderung di dikte oleh media. Apa saja opini yang di lemparkan media kepada publik, maka sebagian besar publik akan mengikuti opini tersebut. Disini dapat kita lihat bahwa hal ini merupakan hal yang sangat tidak sehat untuk perkembangan masyarakat di dalamnya, karena dengan mudah masyarakat di kendalikan, di manuver kemana saja media inginkan, karena publik tidak lagi memiliki opini nya sendiri, hanya terus memakan saja informasi dan opini tanpa mencerna kembali apa yang di dengar.
Masyarakat yang sehat, terutama yang hidup dalam iklim demokrasi, perlu memliki rasa kritis dalam menerima informasi dari media, nah sebagai individu-individu yang membentuk masyarakat, maka janganlah kita terus di dikte oleh media, kita perlu membaca, berpikir dan berpendapat secara kritis, pembentukan opini publik yang murni ada di tangan kita masing-masing.
